background

Untuk Adik Kami Yang Telah Dewasa

Dan diam-diam kami seka air mata saat melihat adik kami berkemas meninggalkan Jakarta. Ada percampuran bangga dan tak rela melepasnya sendiri menghadapi dunia.

Selama ini mungkin tak pernah ia tau, bagaimana kami menghabiskan malam mempersiapkan masa depannya, memperhitungkan kebutuhannya agar ia tak merasa kurang atau berbeda dengan kawannya.

Selama ini mungkin tak pernah ia tau, bagaimama namanya tanpa sengaja selalu kami ucap dalam doa, agar usahanya tak berakhir sia-sia, agar ia bisa melanjutkan sekolah di kota yang ia impikan demikian lama, Jogja.

Sama seperti 10 tahun lalu, saat kami melihatnya bermain kasti, bertelanjang kaki di depan rumah.

Ia tetap Adik kecil kami yang selalu ingin kami lindungi. Ia tetap Adik kecil kami yang setengah hati kami lepas sendiri.

Kami sadar betul, saat ini tak ada yang bisa kami lakukan selain mempercayakan kesehatannya, keselamatannya, kebahagiaannya dan masa depannya pada kebaikan Tuhan. Kami hanya berharap agar keputusan kami membiarkannya pergi, tak pernah kami sesali.

Dan kami titip nama baik keluarga untuk selalu ia jaga.

Dan kami titip kebanggaan kami agar ia ingat perjuangan ini untuk apa.

Sesungguhnya, tak ada lain yang kami nantikan selain menunggu kepulangan pertamanya nanti. Dengan segala cerita. Dengan segala keluh kesah sebagai perantau yang rindu keluarga. Dengan segala keyakinan, bahwa Adik kecil kami betul-betul telah dewasa.

Kami telah, sedang dan akan terus berusaha demi kehidupannya.

Semoga ia tau.

Semoga itu cukup menggambarkan bagaimana kami ingin melihatnya bahagia.


Jul 25, 2017 Che