background

Sebentar Saja

Dari sekian banyak waktu yang kita habiskan untuk tertawa, adakah sedikit sisa agar ragu saya terjawab segera? Ragu tentang rasa yang terbiasa saya anggap sebagai canda Ragu seorang perempuan terhadap sahabat laki-lakinya.

Boleh jadi benar apa yang mereka kata. Kita adalah dua orang patah hati yang kesepian yang mencoba menertawakan hidup dengan cara yang tak semua orang paham.

lewat belasan tahun kita berkawan, sialnya ada rasa berbeda yang mengharuskan saya menepuk pipi berkali-kali, berharap ini mimpi.

Saya mulai menyadari ketika dipertengahan malam menuju pagi, kamu dengan rela hati terjaga agar saya tak merasa terlalu berduka. Kamu yakinkan saya bahwa hidup akan baik-baik saja, persis seperti seorang kakak terhadap adik kesayangannya.

Mungkin bagimu itu memang sederhana, sialnya jantung saya berdegup luar biasa-semacam pertanda jatuh cinta.

Kamu, perasaan saya dan persahabatan kita adalah pilihan tersulit kesekian yang harus saya bumihanguskan.

Ada keyakinan bahwa mengakui sama saja melepasmu pergi.

Tak ada lain yang bisa saya lakukan kecuali berdoa agar kamu punya rasa serupa dan tergerak untuk mengakuinya. Doa agar suatu hari nanti saya bisa memelukmu dengan lega, tanpa takut dan berpura-pura, Doa untuk sebuah kesempatan memilikimu sebentar atau selamanya.


(Cerita tentang sahabat baik saya, D. A.)


Jan 23, 2018 Che